Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

TikTok Melarang Iklan Untuk Aplikasi Puasa dan Suplemen Penurun Berat Badan

Tiktok

Aplikasi favorit Generasi Z, TikTok, bergerak untuk memastikan penggemar mudanya tetap sehat. Dalam sebuah pengumuman pada hari Rabu, TikTok meluncurkan sejumlah kebijakan baru, termasuk yang melarang iklan aplikasi puasa dan suplemen penurun berat badan di platformnya. Aturan baru juga membatasi iklan dan konten yang "mempromosikan citra tubuh yang merugikan atau negatif".


“Jenis iklan ini tidak mendukung pengalaman positif, inklusif, dan aman yang kami perjuangkan di TikTok,” kata perusahaan itu dalam pernyataannya.


Selain larangan langsung pada iklan tertentu, TikTok akan menempatkan "batasan kuat" pada iklan yang membuat klaim penurunan berat badan. Perusahaan juga akan membatasi iklan yang mempromosikan produk manajemen berat badan untuk pengguna yang berusia di atas 18 tahun.


Iklan juga tidak boleh mendorong "citra tubuh negatif atau hubungan negatif dengan makanan" atau iklan tersebut akan dilarang.


Pengumuman tersebut juga menjelaskan bagaimana orang dapat memblokir konten, pengguna, dan komentar yang mereka anggap mengganggu, dan melaporkan iklan yang melanggar kebijakannya.


Seperti yang ditunjukkan CNBC, pengguna TikTok telah memperhatikan peningkatan iklan untuk aplikasi puasa dan suplemen penurun berat badan dalam beberapa bulan terakhir.


Menurut bocoran pitch deck dari perusahaan, 69 persen pengguna TikTok berusia antara 16 dan 24 tahun. Bandingkan dengan Facebook. Sekitar 46 persen penggunanya berusia lebih dari 65 tahun, menurut laporan Pew dari tahun lalu.


TikTok tidak hanya memiliki basis pengguna muda, tetapi juga lebih berorientasi visual daripada beberapa jejaring sosial lainnya. Dan foto serta video bisa sangat berbahaya bagi harga diri anak muda. Misalnya, lebih dari 70 juta postingan di Instagram menampilkan tagar #fitspo, yang dapat menyebarkan standar tubuh yang tidak sehat.


Akhir tahun lalu, Instagram meluncurkan kebijakan iklan serupa yang membatasi posting diet dan produk penurunan berat badan.


Sejauh ini, tren yang paling bermasalah adalah "Snapchat dysmorphia". Pada 2018, Journal of American Medical Association (JAMA) memperingatkan kaum muda yang mencari operasi plastik dalam upaya agar terlihat seperti versi diri mereka yang difilter Snapchat.


Ini adalah langkah positif untuk diambil TikTok, tetapi jelas itu tidak menyelesaikan masalah karena perusahaan akan selalu mencari solusi untuk menjajakan produk mereka. Aplikasi video viral perlu tetap waspada untuk menjaga ruang positif tubuh bagi penggunanya.

Posting Komentar untuk "TikTok Melarang Iklan Untuk Aplikasi Puasa dan Suplemen Penurun Berat Badan"

Berlangganan via Email